23 Juni 2009

WINASA ANCAM KELIAN DINAS

Rupanya Bupati Jembrana, I Gede Winasa gerah juga dengan kinerja para aparat desa yang belum berjalan maksimal. Akibatnya, Winasa mengancam menunda pembayaran nafkah para kelian dinas (kedis) maupun kepala lingkungan (kaling) jika pelayanannya dianggap tidak maksimal. Hal tersebut diungkapkan Winasa saat melakukan kunjungan kerja di Desa Berangbang, Negara serangkaian dengan kunjungan kerja ke desa/kelurahan se Kecamatan Negara, Senin (22/6).

Ancaman Winasa tersebut akan segera direalisasikan jika pihaknya menerima laporan kalau kedis dan kaling terlambat menyampaikan laporan. “Sekarang berbeda dengan dulu, kalau dulu laporannya bisa dikirim kapan saja. Itupun kalau sempat bikinnya,” tandas Winasa. Saat ini, lanjutnya, pola tersebut harus tidak dilakukan lagi karena terlambatnya laporan dari kedis dan kaling berarti akan menghambat proses pelaksanaan pembangunan. “Kalau telat nyetor laporan berarti ancaman gajinya tidak bisa dicairkan. Kapan laporan tersebut diterima, saat itulah gajinya baru bisa dicairkan,” ancamnya. Selain terkait laporan bulanan yang harus disetorkan tepat waktu, Winasa juga mengharapkan bantuan kedis dan kaling untuk memberikan penjelasan kepada warganya terkait pembuatan KTP dan KK SIAK sehingga bisa segera dituntaskan. Menurut Winasa, input KK SIAK ini harus diselesaikan dalam waktu dekat karena hal tersebut merupakan basis data kependudukan yang akan dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. “SIAK harus diselesaikan dalam waktu dekat ini,” tandasnya. Secara umum Winasa menerima laporan kalau desa/kelurahan se Kecamatan Negara sudah menyelesaikan input data untuk KK SIAK

Selain mengecek kinerja aparat desa, Winasa juga mencermati proses pelayanan yang dilakukan oleh aparat desa. “Titik fokus pelayanan masyarakat di desa ada pada kaur (kepala urusan,red). Jadi kaur merupakan ujung tombak pelayanan,” ujar Winasa ketika mengunjungi Kantor Perbekel Banyubiru. Sementara di Kantor Perbekel Baluk, Winasa mengungkapkan kalau J-Net dipasang bukan untuk gengsi-gengsian namun harus dimanfaatkan secara maksimal. “J-Net pemanfaatannya harus dimaksimalkan biar tidak rugi,” ujarnya. Terkait pemanfaatan J-Net, Winasa menerima laporan dari Perbekel Desa Baluk, I Ketut Suasana, kalau pihaknya masih kesulitan meng-update mapping posdayandu lantaran format mapping tidak bisa dirubah oleh pihak desa. “Perubahan tempat tinggal penduduk kan bisa sewaktu-waktu sedangkan format mapping tidak bisa kami rubah. Kami harus menunggu operator dari kantor kabupaten,” ujar Suasana. Mendengar keluhan tersebut, Winasa berjanji akan memerintahkan staf yang menangani untuk segera melakukan perbaikan sistem sehingga memudahkan staf desa meng-up date data.

Sementara di Kantor Perbekel Cupel, Winasa menerima keluhan terkait adanya sebagian masyarakat Dusun Munduk Asem yang rumahnya tertimpa musibah abrasi. “Masih ada sejumlah KK (kepala keluarga,red) warga Munduk Asem yang masih kesulitan perumahan akibat terkena musibah abrasi. Untuk itu kami mohon bantuan Bapak Bupati untuk penanganannya,” keluh Perbekel Cupel, Hasanuddin. Menanggapi keluhan tersebut, Winasa berjanji akan menganggarkannya dalam APBD Perubahan. “Kita catat dulu, nanti akan dianggarkan dalam APBD Perubahan,” tandas Winasa. (Gede Yasa/Humas Jembrana)

01 Juni 2009

Winasa: Dewan Kritis, Tukang Bakso Juga Kritis


Negara, Pendeklarasian 6 parpol yang memiliki keterwakilan di parlemen Jembrana periode 2009-2014, dihadiri juga oleh Bupati Jembrana, I Gede Winasa. Dalam kesempatan ini Winasa menyentil kinerja DPRD Jembrana periode 2004-2009 yang sebentar lagi akan lengser. Dalam sambutannya, Winasa mengharapkan agar anggota dewan yang akan dilantik bisa bekerja lebih optimal, jangan hanya bisa mengkoreksi saja namun harus disertai dengan diskusi dan solusi. “Artinya, lembaga dewan tidak hanya bisa mengkoreksi saja, namun selain memberikan koreksi juga perlu adanya diskusi dan solusi dengan cara-cara yang baik. Kalau hanya bisa mengkritisi saja, tukang bakso juga bisa,“ sentil Winasa yang disambut gelak tawa oleh peserta koalisi. Selain menyentil kinerja dewan, Winasa mengharapkan agar dewan yang baru segera menindaklanjuti ranperda pemilihan perbekel dengan menggunakan sistem touch sreen yang hingga kini masih dipending oleh dewan. “Kita sangat berharap agar ranperda tersebut bisa segera disikapi oleh anggota dewan yang baru,“ harapnya. Terkait dengan akan dihelatnya Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), Winasa mengajak seluruh parpol untuk menciptakan suasana kondusif di Jembrana. “Akhir-akhir ini menjelang Pilpres suhu politik kian panas. Namun saya harapkan Jembrana tidak ikut-ikutan mabuk seperti yang di Jakarta. Jatuhkan pilihan dengan akal sehat dan rasional. Tidak perlu ikut-ikutan emosi,“ pesannya.